Monday, December 17, 2018

Awal Lahirnya Kemusyrikan Di Mekah

Setelah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as wafat,penduduk Mekah dan sekitarnya  tetap menjalankan ajaran Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Salah satu ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim adalah menjalankan ibadah haji dan umrah. Pada waktu itu Mekah dipimpin oleh suku Zurhum termasuk memimpin pengelolaan haji dan umrah. Pada saat musim haji dan umrah  secara perniagaan tentu  saja mendapatkan keuntungan yang besar bagi suku tersebut. Disekitar kota Mekah terdapat suku lain yang bernama suku Khuzaa'ah. Suku ini suka sekali berperang dan suku ini iri dengan keberhasilan suku Zurhum dalam perniagaaan. Maka suku Khuza'ah pun menyerang suku Zurhum dan qodarullah suku Khuzaah memenangkan peperangan tersebut. Sebelum memasuki benteng Kota Mekah,beberapa pembesar suku zurhum berinisiatif untuk menimbun sumur Zam Zam dan sepakat untuk tidak memberitahukan perihal sumur zam zam tersebut. Mekah pada saat itu akhirnya dipimpin oleh suku Khuza'ah.Menurut para ahli sejarah,suku Khuzaah memimpin kurang lebih 300- 500 tahun. 
Suku Khuza'ah dipimpin oleh seorang kepala suku yang bernama Amru bin luhay.
Amru bin luhay ini adalah pemimpin yang sangat disegani,suka memberi makan orang-orang yang melaksanakan ibadah haji tetapi dia sendiri bukan pengikut ajaran Nabi Ibrahim as dan dia sendiri tidak paham tentang ajaran Nabi Ibrahim as.
Pada suatu hari Amru bin Luhay pergi ke negeri Syam(syria,Palestina,Yordania,Libanon), pada saat sedang berada di negeri Syam,ia melihat sekelompok orang sedang melakukan sembah berhala. Amru bin luhay bertanya,apa yang sedang kalian lakukan? Jawab mereka,kami sedang meminta pada Allah melalui patung -patung ini untuk meminta banyak hal diantaranya meminta air, meminta hujan dan  seluruh keinginan tersebut dikabulkan. Amru bin luhay tertarik akan hal tersebut,mengingat di Mekah tidak memiliki air,maka Amru bin luhay pun membeli bebetapa patung salah satunya adalah patung Hubal,patung yang cukup besar yang kemudian disimpan di pintu gerbang Kota Mekah.
Sepulangnya dari negeri Syam,Amru bin luhay pun membuat kebijakan - kebijakan yang bertentangan dengan ajaran Ibrahim yaitu:
Seluruh penduduk kota Mekah setiap hari wajib mendatangi patung Hubal untuk meminta air.
Setiap Suku yang ada di Mekah diharuskan membuat patung-patung yang nantinya disimpan didepan benteng sukunya masing-masing tentu saja untuk dijadikan sesembahan. Pada musim haji dan Umrah,banyak    penduduk diluar kota Mekah yang bertanya tentang patung- patung tersebut,lalu setelah dijelaskan kegunaan dan fungsinya banyak yang tertarik dan akhirnya mereka pun membeli patung patung tersebut,dan pembuatan patung- patung tersebut menjadi sumber pendapatan baru penduduk Mekah.

menyuruh agar anak setiap bayi perempuan yang lahir dibunuh 
sebagaimana di jelaskan dalam 
QS An Nahl ayat 58 - 59
Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.
QS Azzukhruf : 17
Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat, karena menahan sedih (dan marah).
QS. Attaqwir : 8
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya

Mengubah Talbiyah
Talbiyah yang biasa kita gunakan ditambahi dengan kalimat Illa syarikan huwa lak (kecuali sekutu ya Allah milikmu yang  yang engkau kuasai), tamlikuhu wama malak (dan apapun yang engkau miliki)

memberlakukan hukum syariat yang dibuat sendiri, yaitu pensyariatan Bahirah,Saibah,wasilah dan haam
Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Al Maidah ayat 103
Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Bahirah, Sa'ibah, Wasilah dan haam. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.

Bahirah adalah unta betina yang sudah beranak lima kali,anak ke lima nya adalah unta jantan.maka ibu unta tersebut telinganya harus dipotong kemudian unta tersebut dilepaskan tidak boleh ditunggangi apalagi diambil air susunya.
Saibah adalah unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja karena suatu nadzar. Karena nadzar tersebut,unta ini tidak boleh diapa-apakan,ditunggangi dan diambil air susunya.
Wasilah adalah domba betina yang melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina yang jantan disebut wasilah,yaitu domba suci yang dijadikan berhala
Haam adalah unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi karena berhasil menghamili unta betina 10 kali.
Atas apa yang dilakukan oleh Amru  bin luhay menyebabkan keadaan di Mekah tidak lagi menjalankan ajaran Nabi Ibrahim secara murni tetapi penuh dengan kesyirikan. Secara Rububiyah mereka mengakui keberadaan Allah,tetapi secara Uluhiyah mereka melakukan sirik.
Imam al-Bukhâri meriwayatkan, dari az-Zuhri, dari Urwah, sesungguhnya Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Aku melihat neraka jahannam sebagiannya saling membakar pada sebagian yang lain (apinya berkobar-kobar), dan aku melihat ‘Amr (bin Luhay al-Khuza’i) menarik-narik isi perutnya di dalam neraka. Dan dia adalah orang pertama yang memberikan persembahan berupa saa’ibah kepada berhala. [HR. al-Bukhari].
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya membawakan riwayat dengan sanadnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, “Saya mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aktsam bin al-Jaun Radhiyallahu anhu :
Wahai Aktsam, aku melihat ‘Amr bin Luhay bin Qama’ah bin Khindaf menarik-narik isi perutnya di dalam neraka. Aku belum pernah melihat ada seseorang yang mirip dengan orang lain dibanding engkau dengan dia dan dia dengan engkau”. Aktsam berkata, ‘Ya Rasûlullâh, aku khawatir jika keserupaan itu akan membahayakanku.’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, sesungguhnya engkau orang Mu’min, sedangkan dia orang kafir. Sesungguhnya dia adalah orang pertama yang merubah agama Nabi Isma’il, orang pertama yang mengadakan persembahan kepada berhala berupa bahîrah, sâ’ibah dan Hâmiy”
Demikianlah sejarah awal kemusrikan yang terjadi di Mekah,yang menyebabkan masyarakat Mekah menjadi masyarakat Jahiliyah.

Wallahualam bishawab
Sumber:
Sirah Nabawiyah part 2,Ust Khalid Basalamah


0 comments:

Post a Comment